• May 28, 2024

4 Tanda Anak Mengalami Speech Delay Alias Keterlambatan Bicara!

 4 Tanda Anak Mengalami Speech Delay Alias Keterlambatan Bicara!

4 Tanda Anak Mengalami Speech Delay Alias Keterlambatan Bicara!

Semua orang tua pasti menantikan momen spesial ketika sudah dapat berkomunikasi secara verbal dengan anak balitanya masing-masing. Namun, sebuah penelitian telah menemukan bahwa 5 hingga 10 persen anak berusia prasekolah akan mengalami speech delay, atau keterlambatan bicara. 

Speech delay pada anak perlu segera diatasi agar tidak berkembang menjadi kondisi yang lebih parah. Namun sayangnya, tanda-tanda speech delay sering terlambat dikenali oleh orang tua.

Karena itu, berikut ini adalah 4 tanda speech delay alias keterlambatan bicara pada anak balita yang perlu diketahui Mama dan Papa!

Tidak Memiliki Keinginan Untuk Berkomunikasi

Beberapa anak mungkin membutuhkan lebih banyak waktu untuk mulai berbicara secara verbal. Namun pada usia 18 bulan, semua balita akan selalu menunjukkan ketertarikan dan keinginan untuk berkomunikasi secara verbal. Jika pada usia ini anak masih lebih suka menggunakan gerakan seperti menunjuk pada sesuatu dibandingkan membuat suara untuk berkomunikasi, maka itu bisa jadi salah satu tanda bahwa anak mengalami speech delay.

Mengalami Kesulitan Mengikuti Perintah Verbal

Pada umumnya, anak berusia 2 tahun sudah dapat memahami dan mengikuti perintahan sederhana yang diberi orang tua secara verbal. Namun, anak balita yang mengalami speech delay akan sering mengalami kesulitan dalam mengikuti perintahan sederhana seperti “ambil boneka beruang itu” atau “duduk di kursi ini.” Banyak orang tua sering tidak menyadari bahwa hal ini bisa jadi tanda speech delay karena mereka berpikir bahwa anak hanya tidak mau mendengarkan atau tidak mau melakukannya. Namun, kami sarankan Mama dan Papa untuk tetap waspada karena ini bisa jadi salah satu gejala speech delay pada anak!

Tanda Anak Speech Delay

Baca Juga: 5 Tips Cara Melatih Anak Agar Pandai Berbicara!

Kosakatanya Tidak Bertambah

Tanda berikut bahwa anak mungkin mengalami speech delay atau keterlambatan bicara adalah jika kosakatanya tidak bertambah seiring waktu. Pada usia 3 tahun, anak seharusnya sudah dapat merangkai tiga sampai empat kata menjadi kalimat utuh. Jika anak masih belum bisa mengucapkan kalimat lebih dari dua kata, maka ini juga bisa jadi salah satu gejala speech delay pada anak. Selain itu, banyak anak pada usia ini sudah memiliki kosakata lebih dari 1.000 kata. Mama dan Papa juga perlu waspadai jika pada usia 3 tahun, anak masih tidak mengenal banyak kata-kata sederhana seperti “pesawat” atau “jatuh.”

Tidak Bisa Meniru Suara

Sejak usia dini, anak akan sering coba meniru suara dan kata-kata yang diucapkan orang di sekitarnya. Namun, anak balita yang mengalami speech delay akan jarang atau tidak bisa meniru kata-kata yang sering diucapkan orangtua sehari-hari, seperti “makan” atau “main”. Selain kata-kata, anak yang mengalami speech delay juga akan kesulitan melakukan aktivitas seperti menirukan suara anjing, kucing, singa, kereta, atau bahkan menirukan gerakan hewan-hewan di sekitarnya.

Itulah 4 tanda speech delay pada anak balita yang perlu Mama dan Papa waspadai! Dengan mengenali gejala, Mama dan Papa juga dapat menanganinya dengan lebih cepat. Jika ‘si Kecil’ menunjukkan gejala-gejala tersebut, kami sarankan Mama dan Papa untuk berkonsultasi kepada ahli supaya dapat mengatasinya dengan baik!

Jangan lupa kunjungi website LittleBabyBelly atau follow Instagram kita untuk informasi lain yang dapat membantu parents dan bayi!

Michelle Putri